JAKARTA, PCplus – IoT (internet of Things) makin mewabah. Dalam perjalanannya, bukan hanya things yang terkoneksi ke Internet, tapi everything. Karena itu muncul jargon baru: IoE (Internet of Everything). IoE sebenarnya sudah dimulai tahun 1920-an, saat manusia membayangkan lampu yang dapat menyala dan redup dengan sendirinya. Dan ini sudah terjadi saat ini.

Apa pun bisa terkoneksi ke Internet saat ini dan di masa depan. Gelang kesehatan, bohlam lampu, bahkan mobil yang terkoneksi ke Internet sudah bisa kita nikmati sekarang. Dan jumlah dan variannya akan terus bertambah. ABI Research memprediksikan, akan ada lebih 30 miliar perangkat terhubung secara nirkabel pada tahun 2020. Artinya, setiap orang di dunia memiliki kurang lebih empat perangkat yang saling terhubung.

Mau tahu apa saja produk IoE yang sudah bisa kamu nikmati tahun ini? Ini dia daftar perangkat yang difasilitasi oleh chip Qualcomm:

– Speaker

Dengan speaker yang terhubung Internet, kamu bisa mengontrol, mengakses dan mendengarkan musik dengan cara yang berbeda. Pada Panasonics Multi-Room Hi-Fi Speaker System dengan teknologi Qualcomm AllPlay, kamu bisa mengatur lagu dari ruangan berbeda melalui satu aplikasi terpusat. Pun kamu tidak perlu menggunakan perangkat – sound system, perangkat mobile – dengan merek yang sama.

– Panci pemasak

Kamu bisa mengatur Belkin’s Crock-Pot slow cooker dari jarak jauh dan menyesuaikan waktu dan suhu melalui aplikasi mobile Belkin via Wi-Fi atau koneksi 3G/ 4G. Kamu bisa memerintahkan untuk memulai makan malam dari kantor, tepat pada waktunya. Ketika kamu sampai di rumah, makan malam pun sudah siap!

– Lampu Pintar

Sistem pencahayaan canggih seperti LIFX dapat membuat kamu menyesuaikan warna, terang dan waktu via sebuah aplikasi pada smartphone. Software AllJoyn mampu menghubungkan lampu ke perangkat dan layanan lainnya. Lampu dapat diprogram untuk otomatis redup ketika kamu menonton film. Lampu kulkas bisa diatur agar menyala ketika pintu kulkas tidak sengaja dibiarkan terbuka.

– Kunci Pintar

Merek kunci pintar seperti Lockitron, August dan Goji bisa mengubah smartphone-mu menjadi kunci nirkabel. Pintu rumah akan otomatis terbuka saat kamu memasuki rumah (selama ponsel tersebut bersamamu), dan kunci digital sementara dapat kamu berikan pada para tamu melalui smartphone mereka. Kuncimu bahkan akan menyimpan rekaman siapa saja yang datang dan pergi, bahkan ketika kamu tidak di rumah. Kunci pintar August dapat mengenali dengan mudah dan berkomunikasi dengan perangkat lainnya melalui AllJoyn. Contoh, kamu dapat mengatur pengeras suara untuk memperingati kamu setiap kali pintu depan dibuka.

– Mobil Terhubung

Audi A3 sudah dikemasi modem Qualcomm Gobi dan prosesor Snapdragon. Penumpang mobil ini bisa mendapatkan hiburan, main game2D dari kursi belakang. Semetara onboard Wi-Fi hotspot memungkinkan kamu online setiap saat untuk streaming audio dan video. Keamanan dan keselamatan akan ditingkatkan, dengan fitur seperti remote untuk membuka dan mengunci mobil serta melaporkan lokasi secara otomatis saat kecelakaan terjadi

Kompas.com – Pendapat yang menyebutkan makanan juga bisa menyebabkan kecanduan seperti halnya rokok atau ganja sudah lama menjadi perdebatan para ahli. Kendati terdapat beberapa bukti ilmiah tapi sebagian ahli nutrisi menolaknya.

Dr.Nora Volkow, direktur National Institute on Drug Abuse, belum lama ini mengatakan bahwa kecanduan makanan dan narkoba punya banyak kesamaan. Terutama karena keduanya dapat mengganggu bagian tertentu dalam otak yang terkait dengan kesenangan dan kontrol diri.

Para ilmuwan dari Universitas Princeton dan Universitas Florida, keduanya di Amerika Serikat, menemukan tikus yang dilimpahi gula menunjukkan gejala “nagih” saat gula diambil. Gejala yang dialami tikus tersebut termasuk gigi bergemeletuk dan gemetar.

Kemudian dua minggu kemudian ketika tikus itu diberikan gula lagi, para tikus menyantap gula 23 persen lebih banyak dari sebelumnya.

Ilmuwan dari California dan Italia tahun lalu juga melaporkan bahwa sistem pencernaan tikus yang banyak mengonsumsi lemak cair mulai memproduksi endocannabinodis, zat kimia yang sama dengan yang diproduksi oleh pengguna ganja.

Penelitian pada manusia dilakukan ilmuwan dari Oregon Research Institute dengan cara melakukan pemindaian otak anak-anak yang sedang melihat gambar susu cokelat kocok. Beberapa saat kemudian anak-anak itu diberikan susu cokelat kocok.

Hasil penelitian menunjukkan, seperti halnya para pecandu narkoba atau alkohol yang dosis penggunaannya meningkat, pada anak-anak yang sering mengonsumsi es krim mereka juga terus menerus menambah porsi es krim setiap kali supaya bagian otak yang mengatur ganjaran mencapai rasa puas.

Menurut Dr.Pamela Peeke, asisten profesor dari Universitas Maryland, meditasi dan kegiatan olahraga bisa membantu otak mengurangi rasa kecanduan.

Seperti halnya para pengguna narkoba yang perlu metadon untuk mengurangi ketagihan, para pecandu makanan juga disarankan mencari alternatif makanan yang tetap bisa memberikan kepuasan tapi lebih sehat, misalnya memilih smoothie buah ketimbang es krim.

Kecanduan makanan ternyata sangat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Pada dasarnya tubuh manusia secara biologi beradaptasi dengan makanan yang ditemukan di alam, bukan makanan yang diproses.

“Manusia tidak pernah kecanduan selada, apel, atau sayuran. Tetapi jika kita sering mengasup makanan yang diproses tubuh bisa mengalami gangguan. Sejauh yang saya tahu tidak ada orang yang kecanduan kentang, tapi begitu dibuat menjadi keripik apa yang terjadi,” kata Dr.Kelly D.Brownell, editor buku Food and Addiction.

Produk makanan seperti itu disebut sebagai makanan hyperpalatable yang bisa menggoda indra pengecap kita dengan cara memfokuskan pada kombinasi rasa asin, manis, dan kandungan lemak.

“Dengan makanan-makanan tersebut, keinginan dan penilaian yang baik kerap terganggu. Orang bukan cuma menginginkan makanan itu tapi juga ketagihan dan memimpikannya,” kata Brownell.